Kamis, 04 Februari 2010

Setting hotspot menggunakan AP TP-Link TL-WA601G

Langkah-langkah

1. setting Linksys sebagai router

2. Kita masuk ke TP-Link

3. Isi IP Komputer = IP Address : 192.168.1.2

Subnet Musk : 255.255.255.0

4. OK dan Close

5. Buka Browser Internet, isi Address : 192.168.1.1 (enter)

6. Isi User : admin

7. Password : admin



Setelah masuk ke radio, di menu sebelah kiri cari

8. Wireless

9. Basic Settings

10. Ganti SSID misal “nia Hot Spot”

11. di Access Point = centang Enable SSID Broadcast

12. centang Reboot

13. Save




14. Tunggu booting beberapa saat

15. Copot kabel UTP di kompi

16. Colokin ke sumber internet misal Sapidy Personal

17. Search dengan SmartPhone, PDA, Laptop dan siap Browsing

18. selesai

Kamis, 07 Januari 2010

Pengertian WAN, MAN, INTERNET, ROUTER, ROUTER TABLE, ROUTER PROTOCOL

Pengertian-Pengertian:
1.WAN
WAN kepanjangan dari Wide Area Network yang merupakan jaringan komunikasi data ygang mencakup wilayah geografi yang luas,dan biasanya memanfaatkan jaringan komunikasi,misalnya saluran telepon.

Jaringan inteqnet mengingat jangkauannya yang luas dapat digolongkan sebagai WAN. Jaringan mesin ATM dari bank nasional di seluruh Indonesia juga merupakan contoh jaringan WAN.
2) Metropolitan Area Network (MAN)
Metropolitan Area Network (MAN), pada dasarnya merupakan versi
LAN yang berukuran lebih besar dan biasanya menggunakan
teknologi yang sama dengan LAN. MAN dapat mencakup kantorkantor
perusahaan yang letaknya berdekatan atau juga sebuah kota
dan dapat dimanfaatkan untuk keperluan pribadi (swasta) atau
umum. MAN mampu menunjang data dan suara, bahkan dapat
berhubungan dengan jaringan televisi kabel.

3) Internet
Sebenarnya terdapat banyak jaringan di dunia ini, seringkali
menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak yang berbedabeda.
Orang yang terhubung ke jaringan sering berharap untuk bisa
berkomunikasi dengan orang lain yang terhubung ke jaringan
lainnya. Keinginan seperti ini memerlukan hubungan antar jaringan
yang seringkali tidak compatibel dan berbeda. Biasanya untuk
melakukan hal ini diperlukan sebuah mesin yang disebut gateway
guna melakukan hubungan dan melaksanakan terjemahan yang
diperlukan, baik perangkat keras maupun perangkat lunaknya.
Kumpulan jaringan yang terinterkoneksi inilah yang disebut dengan
internet.

4) ROUTER
Router adalah perangkat jaringan yang aktif dan intelegent dan
dapat berpartisipasi dalam manajemen jaringan. Router mengatur
jaringan dengan menyediakan kontrol dinamis melalui sumber
daya dan mendukung tugas dan tujuan dari jaringan. Beberapa
tujuan tersebut antara lain konektivitas, perfomansi yang reliabel,
kontrol manajemen dan fleksibilitas.

5).Routing table
Adalah sebuah tabel elektronik (file) atau tipe database objek yang disimpan dalam suatu router atau jaringan komputer. The routing table stores the routes (and in some cases, metrics associated with those routes) to particular network destinations. Tabel routing menyimpan rute (dan dalam beberapa kasus, metrik yang diasosiasikan dengan orang-rute) untuk jaringan tertentu tujuan. This information contains the topology of the network immediately around it. Informasi ini berisi topologi jaringan segera di sekitarnya. The construction of routing tables is the primary goal of routing protocols and static routes . Pembangunan tabel routing adalah tujuan utama dari protokol routing dan rute statis.


6) Routing Protokol
Protokol routing merupakan aturan yang mempertukarkan informasi
routing yang nantinya akan membentuk tabel routing sedangkan
routing adalah aksi pengiriman-pengiriman paket data berdasarkan
tabel routing tadi.
Semua routing protokol bertujuan mencari rute tersingkat untuk
mencapai tujuan. Dan masing-masing protokol mempunyai cara dan
metodenya sendiri-sendiri. Secara garis besar, routing protokol
dibagi menjadi Interior Routing Protocol dan Exterior Routing
Protocol



SUMBER : MODUL TKJ

Rabu, 11 November 2009

Melakukan Perbaikan dan atau Setting Ulang Koneksi Jaringan

Tindakan-tindakan yang harus dilakukan untuk mengetahui apakah konektifitas yang telah dilakukan berhasil dapat dilakukan dengan cara:

1) Pemeriksaan ulang konfigurasi jaringan
Pemeriksaan ulang konektifitas jaringan merupakan tindakan
pengecekan ulang kembali dari proses paling awal yakni:
a) Memeriksa pemasangan kartu jaringan (LAN Card) apakah
telah terpasang dengan baik atau tidak
b) Memeriksa Pemasangan konektor Kabel pada hub/switch atau
konektor lain tidak mengalami short atau open,
c) Pemasangan konektor tidak longgar
d) Setting dan konfigurasi kartu jaringan secara software telah
benar sesuai dengan ketentuan jaringan sebelumnya baik dari
instalasi driver kartu jaringan, Konfigurasi IP Address, Subnet
mask dan Workgroup yang digunakan.

2) Pengujian konektifitas jaringan
Pengujian atau pengetesan jaringan dilakukan untuk mengetahui
apakah komputer yang kita konektifitaskan telah berhasil masuk
dalam sistem jaringan yang dituju.

Cara pengujian hasil koneksi jaringan dapat dilakukan dengan
cara double klik pada icon Network Neighborhood akan didapatkan
daftar nama komputer yang telah masuk dalam jaringan sampai
saat pengaksesan tersebut.
Cara lain yang dapat dilakukan untuk mengetahui apakah
komputer tersebut telah terhubung dengan jaringan adalah
dengan masuk pada windows explorer disana akan memberikan
informasi secara lengkap.
Pengujian dapat pula dilakukan dengan menggunakan Ms Dos
untuk melihat konfigurasi pada TCP/IP.
Pada windows Ms Dos ketikkan C:>IPCONFIG/ALL (IP
Configuration)
IPCONFIG (IP Configuration) memberikan informasi hanya
pengalamatan TCP/IP pada komputer tersebut saja. Misalnya
komputer memiliki nomor IP Addres 10.1.1.7 dan
Subnet Masknya adalah 255.255.255.0
Untuk informasi yang lebih lengkap dapat juga dilakukan dengan
mengetikkan pada Ms Dos adalah C:> IPCONFIG/ALL|MORE

Dari tampilan IPCONFIG secara keseluruhan (all) dapat diperoleh
informasi bahwa :
a) Host Name (Nama Komputer)
b) Diskripsi Kartu jaringannya
c) Physical Adapter
d) IP Addres
e) Subnet Masknya

Untuk mendeteksi apakah hubungan komputer dengan jaringan
sudah berjalan dengan baik maka dilakukan utilitas ping. Utilitas
Ping digunakan untuk mengetahui konektifitas yang terjadi
dengan nomor IP address yang kita hubungi.
Apabila alamat yang dihubungi tidak aktif atau tidak ada maka
akan ditampilkan data Request Time Out (IP Address tidak
dikenal).
Berarti komputer tersebut tidak dikenal dalam sistem jaringan,
atau sedang tidak aktif.
Setelah melakukan pengujian pada sistem jaringan setiap
komputer telah dapat terhubung dengan baik. Sistem jaringan
tersebut dapat digunakan untuk sharing data ataupun printer,
modem (Internet) dan sebagainya. Sharing dimaksudkan untuk
membuka jalan untuk komputer client lain mengakses atau
menggunakan fasilitas yang kita miliki.


SUMBER:Modul TKJ

Membuat Server dengan Redhat memakai VMware

Membuat Server dengan Redhat memakai VMware

Membuat Jaringan Sendiri dengan satu PC (Personal Computer)

Dengan satu PC, Apa bisa?. Membuat jaringan komputer biasanya diperlukan dua atau lebih komputer yang saling terhubung. Tapi dengan menggunakan software Vmware Workstation versi 4.0 dapat dilakukan dengan hanya menggunakan satu PC (Personal Computer) dengan syarat PC tersebut minimal PII, Ram 128MB atau lebih, sudah ada kartu jaringannya (Network Interfaced Card), Konektor RJ45 dan kabel UTP (± 10 cm) untuk ‘virtual Hub’ serta harddisk berkapasitas besar (± 20 GB). Pada tulisan kali ini saya akan membahas cara menggunakan software VMWare Workstation tersebut dan membuat jaringan sederhana (workgroup) antara windows XP dan Redhat Linux versi 7.2 serta cara membuat ‘Virtual Hub’

Software VMWareWorkstation
Software VMWare Workstation digunakan untuk membuat sistem operasi virtual dan hanya bisa diinstall pada sistem operasi windows NT, windows XP, windows 2000 family, windows 2003 dan Linux. Dengan menggunakan software VMWare Workstation dapat membuat seolah ada PC lain (Virtual PC) didalam system windows anda. Setiap aksinya seperti komputer standalone yang berjalan di sistem operasinya sendiri. Untuk tulisan ini penulis menggunakan Windows XP Professional yang selanjutnya disebut sebagai komputer Host yang menjalankan software VMWare Workstation sedangkan sebagai system operasi yang berjalan pada software VMWare Workstation digunakan Redhat Linux yang selanjutnya disebut sebagai computer Guest. Untuk menginstall software VMWare Workstation klik dua kali pada file installernya kemudian ikuti langkah-langkah yang ada dilayar monitor. Setelah selesai instalasi software VMWare Workstation, secara otomatis pada network connection terdapat dua icon network baru yang terinstall pada waktu instalasi software VMWare Workstation, yaitu VMWare Network Adapter (Vmnet1) dan VMWare Network Adapter (Vmnet8). Pada VMWare Workstation terdapat tiga koneksi jaringan yang dapat dikonfigurasi sesuai dengan keinginan anda. Ketiga koneksi jaringan itu adalah:

Bridge Networking
Bridge Networking akan menghubungkan virtual machine anda pada jaringan lokal menggunakan komputer host. Bridge Networking menghubungkan kartu jaringan virtual pada virtual machine ke kartu jaringan fisik pada komputer host. Jika anda menggunakan Bridge Networking, virtual machine anda membutuhkan identitas sendiri. Sebagai contoh, pada seting TCP/IP, virtual machine membutuhkan alamat IP sendiri yang berbeda dengan komputer host.
Network Address Translation (NAT)
Network Address Translation (NAT) dapat menghubungkan dengan virtual machine ke jaringan luar dimana anda hanya memiliki satu buah alamat IP pada jaringan fisik, dan alamat tersebut digunakan pada komputer host. Sebagai contoh, gunakan NAT untuk menghubungkan virtual machine kita ke internet melalui koneksi secara dial-up pada computer host atau melalui computer host yang menggunakan kartu jaringan berteknologi wireless. NAT juga dapat digunakan pada saat kita membutuhkan koneksi tanpa kartu jaringan, contohnya token ring atau ATM.
Host-Only Networking
Host-Only Networking menyediakan koneksi jaringan antara virtual machine dengan komputer host, menggunakan kartu Ethernet visual yang ada pada system operasi komputer host. Jika anda menggunakan host-only networking, virtual machine kita dan kartu jaringan komputer host keduanya dihubungkan ke jaringan alamat TCP/IP. Alamat-alamat pada jaringan ini telah disediakan oleh VMware DHCP server.
Installasi sistem operasi guest pada virtual machine hanya berupa satu file saja, sehingga bila ada proses format dan pembuatan partisi, yang diformat dan dipartisi adalah file bukan harddisk pada komputer host..

Langkah selanjutnya adalah menginstall system operasi yang akan kita hubungkan dengan komputer host, yaitu Redhat Linux 7.2 melalui VMWare Workstation.Langkah-langkah instalasi sistem operasi Redhat Linux pada komputer guest.:

Klik pada menu file, New, New virtual machine.
Pada Virtual machine Configuration, pilih Typical, klik next.
Kemudian pilih guest operating system yang ingin kita install dalam hal ini Redhat Linux.
Tentukan letak drive dimana file tersebut akan disimpan, misalnya: c:\virtual machine.
Setelah itu pilih koneksi jaringan yang akan kita gunakan yaitu use bridged networking, setelah selesai klik tombol finish.
Untuk memulai instalasi Redhat Linux, klik menu power, kemudian pilih power on, kemudian VMware akan mengaktifkan jendela instalasi windows.
Tekan tombol F2 untuk merubah setting bios vmware dengan pilihan memboot lewat cdrom, masukkan cd software Redhat Linux. Pada Redhat Linux 7.2 boot prompt, pilih model instalasi yang anda ingin lakukan, dengan Text mode atau Grafik mode. Pilih Text mode dengan mengetikkan Text kemudian tekan tombol enter.
Ikuti langkah-langkah instalasi seperti pada komputer sesungguhnya. Pilih bahasa dan keyboard yang digunakan, kemudian pada layer tipe instalasi , pilih Server atau Workstation tipe instalasinya, pilih workstation.
Akan tampil pesan:

Bad partition table. The partition table on device sda is corrupted. To create new partitions, it must be initialized, causing the loss of ALL DATA on the drive.

Hal ini bukan berarti bahwa ada yang salah dengan komputer anda. Hal ini berarti bahwa hardisk pada virtual machine perlu dipartisi dan diformat. Klik tombol Initialize dan tekan Enter.

Pilih partisi automatis pada harddisk virtual, klik next.
Jika computer anda terhubung pada jaringan yang mensupport DHCP, anda bisa memilih pilihan use boot/dhcp. Karena kita ingin membuat jaringan sendiri kita pilih manual yaitu dengan mengetikkan alamat IPnya : 192.168.0.2 dan subnetnya 255.255.255.0
Pada Layar pilihan mouse, pilih Generic-3 Button Mouse (PS/2) dan pilihlah Emulate 3 Buttons untuk support tiga tombol mouse pada mesin virtual.
Pada layar pilihan kartu grafik, pilih default.
Lanjutkan pada layar Starting X dan klik tombol skip untuk melewati test konfigurasi setting grafik.
Setelah instalasi Redhat Linux 7.2 selesai, jangan lupa menginstall Vmware tools untuk dapat menggunakan Linux dalam mode grafik.
Untuk menginstal VMWare tools ada beberapa tahap, yaitu:

Aktifkan mesin virtual Redhat Linux.
Setelah system operasi guest berjalan, persiapkan mesin virtual anda untuk instalasi.Pilih File > Install VMware Tools.Langkah selanjutnya dilakukan didalam mesin virtual.
Pastikan system operasi Guest berjalan pada mode Text.
Login sebagai Root (su-), ketikkan perintah berikut ini.Catatan : Beberapa distribusi linux menggunakan nama yang berbeda atau mengorganisasikan /dev direktori pada drive CD-ROM bukan /dev/cdrom, rubahlah perintah-perintahnya sesuai dengan yang digunakan oleh distribusi linux yang anda pakai.mount /dev/cdrom /mntcd /tmptar zxf /mnt/vmware-linux-tools.tar.gzumount /mnt
Jalankan VMware instalasi VMware tools.cd vmware-tools-distrib./vmware-install.pl
logout dari account Rootexit
Kemudian login kembali sebagai ROOT dan ketikkan startx.
Pada terminal X, jalankan aplikasi background vmware tools.Vmware-toolbox &Catatan: Anda dapat menjalankan VMware tools sebagai root atau user biasa.
Membuat Virtual HUB Yang dimaksud dengan ‘virtual hub’ disini adalah sebuah hub yang tidak benar-benar ada secara fisik, namun hub ini merupakan suatu hub yang terbuat dari sebuah konektor RJ45 dan kabel twisted pair dengan konfigurasi sebagai berikut :
Konektor RJ-45

Putih Orange
Orange
Putih Hijau
Biru
Putih Biru
Hijau
Putih Coklat
Coklat
Pada bagian yang tidak ada RJ45 nya, kabel 1.Putih Orange digabung dengan kabel 3.Putih Hijau, kemudian kabel 2.Orange digabung dengan kabel 6.Hijau sedangkan keempat kabel lainnya yaitu Biru, Putih Biru, Putih Coklat dan Coklat digabungkan satu sama lain.

Setelah semua setting kabel diatas kita lakukan, masukkan virtual hub tersebut kedalam kartu jaringan pada komputer host, secara otomatis pada taskbar akan muncul icon network, yang menandakan komputer host tersebut terhubung dengan jaringan ‘virtual’. Untuk mencoba koneksi jaringan antara komputer host dengan komputer guest terhubung atau tidak dapat kita lakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut :

Pada komputer host, klik tombol start pada taskbar, kemudian klik Run, ketikkan perintah, PING 192.168.0.2. Bila setelah perintah tersebut ada pesan Reply from 192.168.0.2 maka komputer host tersebut sudah terhubung dengan komputer guest. Anda dapat saling bertukar file atau berbagi printer yang telah disharing dengan virtual machine.

Selain Linux, VMWare Workstation dapat juga diinstall system operasi windows for workgroup 3.11, windows NT, windows 98, windows 2000 Family, windows XP, windows 2003, Linux (Redhat, Mandrake, SuSE linux, Turbo linux), Novell Netware dan Free BSD. Software VMWare Workstation dapat didownload pada situs http://www.vmware.com.

Semoga berhasil dan selamat mencoba....

Sumber : http://aldoexpert.8rf.org/website/artikel/AKMembuatJaringanSendiriDenganSatuPC.php

Senin, 26 Oktober 2009

CARA MEMBUAT JARINGAN LAN

Peralatan yang dibutuhkan:
1. Dua atau lebih PC
2. Network Card sesuai dg jumlah PC
3. Kabel coaxial atau UTP
4. Hub bila diperlukan
5. Terminator
6. T-Connector

Langkah-langkah pembuatan:1. Sebelumnya anda harus mengetahui dahulu tipe jaringan yang ingin anda gunakan. Saat ini tipe jaringan yang sering digunakan adalah tipe bus dan tipe star.1.1 Tipe BusJaringan jenis ini menghubungkan secara langsung dari komp1 ke komp2 lalu komp2 ke komp3 dst. Jaringan jenis ini memang paling mudah pemasangannya dan lebih murah sehingga lebih cocok untuk home user sedangkan ia memiliki kelemahan dimana bila ada salah satu komp yang rusak maka akan mempengaruhi komp lainnya. Jaringan jenis ini menggunakan kabel coaxial yang sering kita jumpai pada kabel antena tv.1.2 Tipe StarTiap komputer pada jaringan ini masing masing langsung berhubungan ke HUB dengan menggunakan jenis kabel UTP yang menyerupai kabel telpon. Misalnya komp1 ke HUB dan komp2 ke HUB. Dari HUB kemudian dihubungkan ke sebuah komputer yang bertindak sebagai server. Antara HUB juga dapat dihubungkan misalnya HUB1 yg tdr dr komp1 dan komp2 dihubungkan dengan HUB2 yang tdr dr komp3 dan komp4. Begitupula bila kita ingin memakai beberapa server, misalnya HUB tdr dari server1 dan server2 dihubungkan ke server3 yang bertindak sebagai server primer.

2. Pasanglah kabel dan network card. Pemasangan kabel disesuaikan dengan topologi/tipe jaringan yang anda pilih sedangkan pemilihan network card disesuaikan dengan slot yang ada pada motherboard anda. Bila board anda punya slot PCI maka itu lebih baik karena LAN card berbasis PCI bus lebih cepat dalam transfer data.

3. Bila anda menggunakan tipe bus maka pada masing-masing komputer harus anda pasang T-Connector yang memiliki dua input. Dan pada komputer yang hanya mendapat 1 input pada input kedua harus dipasang terminator kecuali bila anda membuat jaringan berbentuk circle(lingkaran) dimana semua komputer mendapat 2 input. Misalnya komp1,komp2,komp3 berjajar maka t-conncector pada komp1 dipasang terminator dan kabel ke komp2. Pada komp2 dipasang kabel dr komp1 dan kabel ke komp3. Sedangkan komp3 dipasang kabel dr komp2 dan terminator.

4. Bila anda memilih tipe star maka masing-masing kabel dari komputer dimasukkan ke dalam port yang tersedia di hub. Dan bila anda ingin menghubungkan hub ini ke hub lainnya anda gunakan kabel UTP yang dimasukkan ke port khusus yang ada pada masing-masing hub.


Sumber:yahoindo.com

CARA PEMBUATAN LAN

Installasi Jaringan LAN
Installasi Hardware Jaringan
Hubungan jaringan secara hardware antar komputer yang perlu diperhatikan sebagai berikut :
a.
Jika Jaringan diaplikasikan pada ruangan atau gedung yang cukup luas, setiap ruangan atau setiap lantai dapat kita simpan satu buah HUB, kemudian dapat dihubungkan antar HUB menggunakan kabel tipe cross.

b.
Untuk Jaringan sederhana dengan menggunakan dua buah komputer, kita dapat memasang NIC Card pada masing-masing komputer, kemudian gunakan kabel UTP dengan hubungan cross. Hubungan ini digunakan untuk system peer to peer.
c.
Jika kita ingin membuat jaringan sederhana dengan beberapa komputer tanpa menggunakan HUB, kita dapat memasang beberapa NIC Card pada satu buah komputer yang kita buat sebagai server, kemudian masing-masing NIC Card kita hubungkan dengan komputer client. Namun hal tersebut terbatas pada jumlah slot ekspansi yang dapat digunakan.Untuk jaringan ini, jika kita menggunakan OS Windows Xp pada masing-masing PC, maka komputer 2 dapat langsung berhubungan dengan komputer 4. Namun jika kita menggunakan OS Windows 95/98/ME, maka hubungan dapat dilakukan dengan terlebih dauhulu melalui komputer utama (1). Kelemahannya adalah dalam jaringan ini adalah komputer utama ini harus selalu menyala.

d.
Jaringan sederhana antara dua buah komputer dapat dilakukan dengan kabel Laplink yang melalui soket Printer pada kedua komputer dan dihubungkan dengan kabel Laplink dengan Connector DB 25, namun penggunaannya terbatas hanya untuk transfer data saja. Program yang dapat digunakan di Windows adalah Laplink 2000 dan Untuk pada DOS digunakan program Norton Commander. Hubungan antara dua komputer ini dapat juga melalui saluran telepon dengan menggunakan modem atau menggunakan soket USB pada komputer terbaru.
Installasi Software Jaringan
Secara Logic system jaringan terbagi atas dua jenis yaitu :
Secara Logic system jaringan terbagi atas dua jenis yaitu :
a.
Peer to Peer dimana semua pengguna komputer dalam jaringan tersebut memiliki level kekuasaan yang sama atau sejajar. sistem ini dikenal juga dengan Workgroup. Kedua system ini dapat dilakukan dalam sebuah system jaringan dimana peer to peer digunakan bila antar komputer client akan berkomunikasi langsung. Jika komputer Client menggunakan OS WIN95/98/ME, peer to peer dapat dilakukan tanpa seizing server. Sedangkan jika digunakan OS WIN NT Workgroup, WIN 2000 Pro, dan XP Pro, peer to peer dilakukan dengan seizin server.
b.
Client Server yang memiliki perbedaaan level kekuasaan pada system. Artinya bahwa server dapat mengatur dan menentukan siapa pengguna atau user yang diizinkan menggunakan suatu komputer atau station secara spesifik. Server Administrator juga dapat menentukan file mana yang akan disharing, memantau kegiatan para user pada setiap station. Dsb.
Kedua system jaringan ini tidak tergantung dari bentuk topologi yang digunakan pada jaringan, namun dalam hal ini kita akan membahas setting peer to peer yang menggunakan topologi star sebagai berikut :

Jaringan Peer to Peer

1.
Installasi NIC Card.Saat menginstal NIC card pada komputer, kita kenal adanya card PnP(Plug And Play) dimana Windows akan secara otomatis menginstal driver untuk card tersebut ketika masuk Windows. Dan Adapula nPnP (Non Plug And Play) dimana kita harus menginstal secara manual drivernya. Setelah menginstal card ini kita harus mengecek agar card ini bekerja secara proporsional dan tidak terjadi konflik secara hardware.

2.
Melakukan penginstalan protokol.Klik kanan Network Neighborhood > Properties. Pada Network Panel Instal protokol NetBEUI kemudian restart kembali Windows.

3.
Search for Computer.Misalkan dua buah komputer telah disetting peer to peer seperti prosedur di atas. Jika Komputer 1 diberi nama PC1 dan Komputer 2 dinamai PC2. Pada PC1, Klik kanan kembali Network Neighborhood > Search for Computer… . Ketikan PC2. Jika PC2 ditemukan dan nama komputer PC2 ditemukan pada PC1, maka peer to peer sudah dapat dilaksanakan antara kedua komputer. Jika hal tsb belum terjadi, maka terjadi kesalahan pada hardware jaringan.

4.
Sharing PrinterSharing printer pada system client server dan peer to peer sama saja. Untuk Komputer yang secara hardware berhubungan langsung dengan printer dalam suatu jaringan kita sebut sebagai printer server. Pada saat penginstalan printer, Pada komputer printer server, saat harus diset sebagai Local Printer, kemudian sharing printer ke jaringan. Sedangkan pada komputer lain diset sebagai Network Printer, kemudian pilih printer yang ada di printer server.

Jaringan Client Server

Saat ini jaringan client server biasanya digunakan pada kantor-kantor yang memiliki banyak komputer dan dibutuhkan keamanan di dalam sistem jaringan yang dilaksanakan oleh sebuah komputer server. Komputer server ini berkuasa penuh atas seluruh komputer client dalam jaringan tersebut. Operating System yang biasa digunakan sebagai server diantaranya adalah Windows NT 4.0, Windows 2000 Server, Windows Xp Server, Windows Server 2003, LINUX dsb.
Untuk memudahkan para client dalam penggunaan Windows, saat ini Operating System pada komputer Client tidak lagi digunakan Windows NT 4 Workstation, tetapi ada OS yang sangat familiar digunakan oleh para user client yaitu Windows 2000 Professional dan Windows Xp professional. Dengan menggunakan OS ini client tidak dapat melakukan peer to peer dengan client lain tanpa izin server. Hal tersebut dapat dilakukan pada OS Windows 9x.
Penggunaan Windows 9x pada komputer client sebenarnya dapa mengurangi keamanan suatu jaringan karena hubungan peer to peer masih bisa dilakukan, untuk mengatasi hal tersebut biasanya data-data perusahaan penting hanya disimpan di server. Pembahasan mengenai OS untuk server akan dibahas pada bagian Installasi Client Server.

Jaringan Khusus

Kita dapat juga membuat suatu jaringan sederhana antar dua komputer dan terbatas untuk transfer data atau remote komputer. Software yang digunakan adalah Norton Commander atau Laplink 2000. Dengan software ini kita dapat memilih jenis hubungan yang digunakan, misalnya hubungan dengan kabel Laplink, USB, Internet, dsb.
Setting TCP/IP
Transport Control Protocol/Internet Protocol merupakan protocol komunikasi yang universal artinya sering sekali digunakan dalam jaringan dan kompatibel dengan banyak operating system dan software lainnya. Berbeda dengan protocol netBEUI, untuk berhubungan dengan jaringan kita harus menentukan alamat komputer client dengan menggunakan kode angka-angka yang teratur dan tergantung kelas TCP/IP yang digunakan. Kelas TCP/IP ini dibentuk berdasarkan jumlah komputer yang dapat ditampung oleh suatu jaringan sebagai berikut :Kelas A : maksimal 16 juta Komputer.Kelas B : maksimal 350 ribu Komputer.Kelas C : maksimal s54 ribu Komputer.
a.
Setting TCP/IP Address

Alamat TCP/IP ini berasal dari bentuk data biner 32-bit yang kemudian dipisahkan ke dalam empat kelompok bilangan biner 8-bit kemudian masing-masing kelompok bilangan biner diubah ke dalam bentuk decimal dengan memberi tanda titik sebagai pemisah antar kelompok. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada ilustrasi berikut :
Biner 32-bit
: 11000000000100000001000011111110
Biner 8-bit
: 11000000 . 00010000 . 00010000 . 11111110

OKTET 1
OKTET 2
OKTET 3
OKTET 4

Decimal
192
16
16
254

TCP/IP Address
: 192.16.16.254

Berdasarkan kelasnya kita terikat aturan pembuatan nilai decimal alamat untuk setiap OKTET adalah sebagai berikut :Kelas A : N . H . H . HKelas B : N . N . H . HKelas C : N . N . N . HDimana N : Network ID dan H : Host ID. Nilai Network ID harus sama pada setiap komputer karena merupakan identitas alamat jaringan yang digunakan, sedangkan Host ID nilainya harus berbeda untuk setiap komputer yang terhubung dalam jaringan, karena merupakan identitas spesifik tiap-tiap komputer. Pemberian nilai untuk Network ID dan Host ID harus mengacu juga kepada ketentuan berikut :

OKTET 1 : Kelas A = 1 - 127, Kelas B = 128 - 191, Kelas C = 192 - 223OKTET 2 : Semua Kelas = 0 - 254OKTET 3 : Semua Kelas = 0 - 254OKTET 4 : Semua Kelas = 1 - 254
b.
Setting Subnet Mask

Nilai Subnet Mask ini telah ditentukan untuk jaringan adalah sebagai berikut :Kelas A : 255 . 0 . 0 . 0Kelas B : 255 . 255 . 0 . 0Kelas C : 255 . 255 . 255 . 0Pada jaringan kelas C, Nilai OKTET keempat dalam Subnet Mask ini mewakili banyaknya jumlah sinyal yang dibroadcast suatu komputer yang mengirimkan data. Jumlah Nilai 0 menunjukkan bahwa jumlah sinyal yang dikeluarkan sebanyak 254 buah dalam sekali transfer.Kita dapat juga menyesuaikan banyaknya sinyal yang dipancarkan dengan jumlah komputer yang terhubung kedalam jaringan tersebut walaupun hal ini tidak dipandang perlu karena dapat merepotkan jika terjadi penambahan komputer serta tidak terlalu signifikan untuk mempercepat lalu lintas data. Namun hal tersebut dapat juga kita lakukan dengan cara menentukan banyaknya jumlah sinyal yang akan dipancarkan atau banyaknya komputer dalam jaringan, kemudian ubah kedalam bentuk biner, kemudian nilainya diinverskan, dan kemudian ubah kembali kedalam nilai decimal yang merupakan nilai yang harus diisikan pada OKTET ke 4 dalam Subnet Mask.

Contoh :

Jumlah Sinyal yang diinginkan : 20 BuahMengubah ke dalam Biiner : Nilai Biner dari 20 = 10110Menginverskan Biner : Inverse dari 10110 = 01001Mengubah Ke Desimal : Desimal dari 01001 = 16.0 + 8.1 + 4.0 + 2.0 + 1.1 = 9Sehingga Nilai Subnet Mask untuk 20 sinyal = 255 . 255 . 255 . 9
c.
Test dan Troubleshooting

>
Setelah Setting selesai, maka kita diminta merestart Windows dan kemudian masuk Windows dengan Logon terlebih dahulu.

>
Klik Start > Run kemudian ketikan ping xxx . xxx . xxx. xx . xx yang merupakan IP Address komputer sendiri untuk mengetes komunikasi Windows dengan Card NIC. Jika Muncul tulisan Reply Time Out, mungkin driver card tidak terinstal sempurna atau terjadi konflik pengalamatan hardware.

>
Jika Muncul tulisan Reply, maka card sudah dapat digunakan. Hal ini harus dilakukan pada semua komputer yang akan dibuat jaringan untuk memastikan tiap-tiap komputer siap dihubungkan pada jaringan.

>
Setelah kabel jaringan terpasang, kemudian klik kembali Start > Run . kemudian ketik kembali ping (IP Address yg dituju) -t ( -t : berfungsi mengetahui status koneksi secara kontinyu). Jika tertulis Destination Host Unreachable berarti alamat yang kita masukan salah atau tidak ditemukan. Cek kembali alamat yang network ID dan host ID yang dituju. Jika alamat benar, cek kembali koneksi kabel jaringan. Jika tertulis status Reply Time Out, maka komputer yang kita tuju tidak berada dalam kondisi online terhadap jaringan.

>
Untuk mengecek IP address kita dengan cepat klik Start>Run dan ketik winipcfg

Setting DHCP ( Dynamic Host Configuration Protocol )
DHCP merupakan fasilitas yang memudahkan pengalamatan TCP/IP. Berbeda dengan setting TCP/IP dimana kita memasukan secara manual alamat IP untuk setiap komputer, DHCP memberikan kemudahan bagi server untuk menentukan alamat IP suatu komputer Client secara fleksibel. Fasilitas DHCP ini terdapat pada Windows NT4 Server. Untuk menginstall fasilitas ini harus dilakukan langkah berikut :
1.
Klik Network Panel > Add > DHCP Server
2.
Setelan DHCP Panel muncul, tentukan server yang digunakan :Server > Add ( Nama Server, Nma PC Server )
3.
Klik Server yang suda di create :Start > Program > DHCP Manager Scope > Create
4.
Isikan range IP address yang diberikan ke komputer client. Contoh :Range DHCP disetting dari IP 192.168.0.1 sampai 192.168.0.10 untuk sepuluh buah komputer client. Alamat IP pada komputer client tergantung dari urutan komputer client yang dinyalakan. Sehingga komputer yang pertama dinyalakan memiliki alamat IP : 192.168.0.1 dsb.
5.
Setting pada Server :

PC yang mendapatkan IP address DHCP dapat dikenali dan dimonitor dengan menggunakan Scope > active leasesDHCP dapat diaktifkan dan di nonaktifkan pada server
6.
Setting pada Client :

TCP/IP disetting pada otomatisGunakan perintah Start > Run dan ketik winipcfg untuk mengetahui IP address komputer client yang bersangkutan
ROUTER
Router merupakan suatu komponen dalam jaringan yang berfungsi menginterkoneksi antar jaringan yang memiliki network ID yang berbeda sehingga dapat dilakukan komunikasi antar jaringan. Router ini dapat berupa perangkat keras khusus (merk CISCO) yang memiliki Operating Sistem tersendiri untuk memprogramnya. Router ini memiliki virtua Ethernet yang dapat dikonfigurasi pada IP address yang berbeda, dan secara elektronik menghubungkan konfigurasi IP address tersebut. Pemasangan secara hardwarenya cukup simple yaitu menghubungkannya dengan HUB atau SWITCH secara langsung.
ROUTER ini dapat kita bangun juga dari sebuah PC yang memiliki OS WinNT, Win2000 Server, atau Linux yang memiliki fasilitas router secara software. Namun kita harus memiliki beberapa Ethernet card yang mewakili IP Address yang akan kita interkoneksi, dan aplikasi router cara ini terbatas pada jumlah slot ekspansi komputer yang dijadikan router. Dan komputer yang akan dijadikan Router ini dapat berdiri sendiri dengan spesifikasi yang standard, atau sekaligus bergabung dengan komputer server sehingga keandalan kemampuan komputernya harus juga diperhitungkan.
HUB dan SWITCH
Secara prinsip kedua alat ini memiliki fungsi memfalsilitasi interkoneksi lalu lintas data antar komputer dalam sebuah jaringan. Di pasaran kedua komponen ini memiliki jumlah saluran atau port yang jumlahnya antara 8, 16, 32, dan 64, dimana masing-masing port ini dihubungkan langsung pada sebuah PC.
Perlu kita ketahui bahwa semakin banyak jumlah komputer yang digunakan, maka kecepatan tranfer data jaringan bisa berkurang. Misalkan kita memiliki sebuah HUB dengan 4-port saluran. Jika keempat port dihubungkan pada sebuah komputer, maka kecepatan tiap port ini 1/4 kali dari kecepatan tranfer ethernet. Jika kita hanya memasang tiga buah komputer saja sehingga sebuah channel port tidak digunakan, maka kecepatan tiap port tersebut masih tetap besarnya 1/4 kali dari kecepatan tranfer ethernet. Hal tersebut merupakan kelemahan dari penggunaan sebuah HUB.
Untuk mencegah pemborosan atas pengurangan kecepatan tersebut, maka kita dapat menggunakan komponen SWITCH. Komonen ini dapat mencegah secara otomatis mendeteksi port yang tidak digunakan dan menutup saluran data ke port tersebut, sehingga jika kita aplikasikan sesuai contoh di atas, maka dengan memasang hanya tiga buah komputer pada SWITCH 4-port, kecepatan masing-masing port kecepatannya bertambah menjadi 3/4 kali dari kecepatan tranfer ethernet.
Dari kedua perbandingan di atas dapat disimpulkan bahwa penggunaan SWICTH lebih baik jika kita ingin mengutamakan kecepatan dari suatu jaringan.

Senin, 05 Oktober 2009

CARA-CARA MENGATASI PERMASALAHAN KONEKSI JARINGAN DAN SOLUSI NYA

Di dalam artikel tips dan trik kali ini, akan dibahas tentang bagaimana menangani masalah jaringan komputer. Kebanyakan masalah berhubungan dengan TCP/IP, yaitu bagaimana konfigurasi komputer pada jaringan. Langkah-langkah ini bisa Anda lakukan untuk menganalisa dan memecahkan masalah pada TCP/IP Anda.Langkah 1: Periksa KonfigurasiTahap pertama pada proses troubleshooting adalah dengan memeriksa konfigurasi TCP/IP. Caranya:Start -> All Program -> Accessories -> Commad PromptKetik perintah ipconfig /allSetelah itu akan tampil hasil konfigurasinya. Perhatikan bahwa beberapa komputer mungkin mempunyai beberapa kartu antarmuka jaringan, dan Windows juga bisa mengenali port Firewire sebagai adapter jaringan. Anda harus memperhatikan interface yang akan dikonfigurasi.Jika konfigurasi masih kosong, maka ada beberapa kemungkinan, antara lain Interface belum memperoleh alamat IP. Alamat IP bisa diberikan secara manual, atau via server DHCP. Jika IP diperoleh dari DHCP, coba beberapa perintah berikut untuk melihat apakah computer mampu untuk memperoleh alamat IP:Ipconfig /release Ipconfig /renew Ipconfig /allJika computer masih belum memperoleh alamat IP, ada kemungkinan beberapa penyebab. Sebagai contoh:Server DHCP telah memberikan semua alamat IP nya (alamat IP habis). Administrator jaringan harus memeriksa log server jika terjadi kemungkinan ini.Kemungkinan lain disebabkan kabel jaringan yang jelek. Coba hubungkan kabel kita ke computer lain untuk memeriksa apakah kabel kita memang bermasalah.Kemungkinan lain yaitu kartu jaringan tidak terpasang dengan benar. Pada kebanyakan kasus, Windows XP akan secara otomatis mendeteksi sebuah kartu jaringan dan memasang driver secara otomatis. Namun demikian, Windows seringkali salah mengidentifikasi kartu jaringan. Jika Anda menemui masalah saat koneksi ke jaringan, coba buka casing komputer Anda dan periksa untuk memastikan model kartu jaringan yang terpasang sesuai dengan driver yang di load oleh windows. Jika drivernya sesuai tapi masih bermasalah, coba download driver kartu jaringan terbaru dari website pabrikannya. Seringkali beberapa situasi dimana driver terbaru mengatasi masalah. Namun, jika Anda telah mencoba berbagai solusi tapi tetap gagal memperoleh alamat IP, cobalah untuk mengganti kartu jaringan Anda.Langkah 2: Kegagalan KomunikasiJika NIC Anda sudah memiliki alamat IP yang berasosiasi, tapi computer belum bisa berkomunikasi dengan jaringan, maka Anda harus menggunakan pendekatan pemecahan masalah yang berbeda. Pertanyaan pertama, darimanakah sumber alamat IP anda, apakah diberikan manual atau dari server DHCP?Jika alamat IP diperoleh dari server DHCP, Anda bisa menghilangkan banyak kemungkinan penyebab masalah mulai dari sekarang. JIka komputer mampu untuk ‘menyewa’ sebuah alamat IP, artinya kartu jaringan sedang berfungsi dan koneksi ke switch tidak ada masalah. Ketika computer ‘menyewa’ sebuah alamat dari server DHCP, alamat ini valid untuk periode waktu tertentu. Jika komputer telah sukses ‘menyewa’ alamat sebelumnya, namun belum kadaluarsa, kemungkinan Nampak bahwa komputer telah memperoleh IP baru, namun kenyataannya komputer masih mempertahankan IP yang diperoleh sebelumnya. Cara termudah untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi adalah dengan menggunakan perintah ipconfig /release dan ipconfig/renew untuk melepaskan IP yang lama dan untuk mendapatkan IP yang baru.Jika NIC telah mempunyai alamat IP, tapi alamat telah diberikan secara manual, maka hal pertama yang Anda butuhkan adalah menjalankan beberapa tes konektivitas dasar. Coba untuk menghubungkan komputer yang lain ke koneksi jaringan untuk meyakinkan koneksi bagus. Yakinkan NIC memiliki driver yang benar. Intinya, Anda ingin meyakinkan bahwa hardware berfungsi. Sekali Anda telah mengerjakan tes di atas, buka Command Prompt dan coba ping alamat IP komputer kita sendiri. Jika ping berhasil, artinya stack protkol TCP/IP berfungsi. Jika ANda menerima pesan error ‘Destination Host Unreachable’, artinya ada masalah dengan cara komputer di set up, atau file system yang penting telah dihapus atau corrupted. Anda bisa mencoba me-remove dan install ulang kartu jaringan dan drivernya. Jika tidak bekerja, coba lagi Windows Service Pack, karena dengannya akan me-refresh semua file sistem.Asumsi komputer anda mampu ping dirinya sendiri, selanjutnya cobalah untuk ping komputer lain pada jaringan. Jika tidak bisa, coba untuk ping komputer-komputer yang lain lagi. JIka anda tidak mampu membangun komunikasi dengan komputer-komputer tersebut, coba perhatikan apakah link jaringan sedang tidak baik atau mungkin kartu jaringan yang jelek.Jika Anda berhasil ping komputer lain di jaringan, coba ping komputer menggunakan nama host-nya. JIka Nada tidak tahu nama hostnya, Anda bisa ping alamat IP untuk mendapatkan nama hostnya. Alternatif lain adalah dengan ping sebuah website.